Sebuah komunitas yang berfokus pada gerakan literasi dan penulis-penulis muda Kalimantan Selatan.

PUISI-PUISI SOFIA MAHDI

Ilustrasi: Piwi/Arkalitera


Di Ujung Senja


aku menitipkan rinduku
pada senja yang meletup di barat,
membakar kaca mobil
dan membutakan lampu merah
di jalan kota
yang diam

rindu itu bersembunyi
di jam-jam yang terburu
di malam yang menggigil
saat pesanmu tak pernah
sampai

ia berdiam dalam namamu
—yang hanya kupanggil
dalam doa—
meski jarak menjadikanmu
seperti negeri asing
yang tak bisa
kupetakan


Berpulang


Sejak kau menuduhku sebagai puisi,
aku berhenti menjadi manusia.

Aku pindah ke dalam kepalamu,
menjadi baris-baris rima
yang kau perdebatkan maknanya.

Tapi ketahuilah, sejauh apa pun kau
menafsirkan aku,
aku takkan pernah bisa menandingi
indahnya skenario Pemilikmu.

Ada sesak yang teramat luas
di antara bait-baitku,
serupa dosa yang memohon ampun,
serupa jiwa yang gemetar saat berbisik:

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Pulanglah kau pada-Nya,
dan biarkan aku habis
dibakar sepi.


Di Saku Jaketmu


tatap jendela itu
tentang lampu gang yang timbul tenggelam
jalanan basah selepas hujan
malam yang ditikam rindu sedalam-dalam

kenangan yang menolak angkat kaki
tak pernah bosan
angin yang bersembunyi
di balik tirai kamar kosan

rutinitas yang menjerat erat
adalah secangkir kopi hitam
tanpa gula
di meja kerja yang berdebu
dan sisa tahun yang membeku
adalah sepotong rindu
di saku jaketmu


Aamiin yang Tak Selesai


Sebelum malam benar-benar
menutup mata,
aku berdiri di lingkar ketiadaanmu—
menghitung hari-hari
yang meluruh tanpa angka,
saat seluruh ingatan pelan-pelan
kehilangan rumahnya.

Tidak ada lagi percakapan
yang tersisa.
Mencintaimu kini bertukar rupa
menjadi ketundukan,
menjadi keheningan panjang
yang kujaga sendirian.

Di sanalah aku belajar,
bahwa kehilanganmu adalah sunyi
yang memilih menetap,
sejenis ketabahan
yang mesti kuulang tanpa jeda,
bahkan ketika seluruh doa
telah sirna.

Kini, di hadapan takdir
yang mengunci pintu,
aku menyerahkan
sisa ingatan kepada diam.

Bukan untuk berhenti mengingatmu,
melainkan merawatmu
sebagai aamiin
yang tak selesai


______________________________________________


Tentang Penulis: Eksistensinya sering kali terasa opsional. FIA dapat dikunjungi melalui Instagram dengan nama pengguna @syzuyyina.


______________________________________________


Arkalitera menerima kiriman naskah berupa esai, cerpen, dan puisi dari para penulis dan pembaca yang budiman. Tulisan yang lolos kurasi akan kami terbitkan di website kami. Silakan kirim naskah ke: penerbitarkalitera@gmail.com



0 Komentar