Sebuah komunitas yang berfokus pada gerakan literasi dan penulis-penulis muda Kalimantan Selatan.

ARKALITERA RILIS E-BOOK HANTU LAIN KESUSASTRAAN, HIMPUNAN PROSA PILIHAN SELAMA ENAM BULAN

Ilustrasi:Piwi/Arkalitera


Arkalitera resmi merilis e-book Hantu Lain Kesusastraan, sebuah antologi yang menghimpun cerpen, esai, dan ulasan buku pilihan yang telah terbit di arkalitera.web.id sepanjang Januari hingga Juni 2026.

E-book ini merupakan buku digital kedua Arkalitera setelah Cara Menangis dengan Puitis. Berbeda dari buku sebelumnya yang menghimpun tulisan dalam rentang satu bulan, Hantu Lain Kesusastraan disusun dari karya-karya yang terbit selama enam bulan sehingga menghadirkan dokumentasi yang lebih utuh atas perkembangan sastra di Arkalitera.

Buku ini memuat karya Arif Kurniawan, J.H. Tanjaya, Salim Ma'ruf, Dimas Edjaur, Lidia Mauti, Asep Fauzi, Danisirang, Rezqie M. A. Atmanegara, Rafii Syihab, Muhammad Daffa, dan Mahfuzh Amin. Melalui cerpen, esai, dan ulasan buku, para penulis menghadirkan beragam tema, kegelisahan, dan pembacaan atas sastra maupun kehidupan sehari-hari.

Di tengah cepatnya arus publikasi media daring, banyak tulisan yang perlahan tenggelam oleh terbitan-terbitan baru. Melalui e-book ini, Arkalitera berupaya menghadirkan kembali karya-karya tersebut dalam bentuk yang lebih utuh sehingga dapat terus dibaca sebagai arsip kesusastraan.

E-book Hantu Lain Kesusastraan dijual dengan harga Rp10.000. Seluruh hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung operasional dan pengembangan arkalitera.web.id sebagai media sastra independen. Sementara itu, seluruh penulis yang karyanya dimuat dalam buku ini akan memperoleh ebook secara gratis sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.

E-book dapat diperoleh melalui:

Checkout Hantu Lain Kesusastraan di sini

Arkalitera juga terus membuka ruang bagi para penulis melalui rubrik Cerpen, Esai, Puisi, Ulasan Buku, Kabar Literasi, serta SAKA, rubrik khusus bagi pelajar untuk mengirimkan karya kreatif dalam berbagai medium. Harapannya, semakin banyak karya yang tidak hanya terbit, tetapi juga memiliki ruang hidup yang lebih panjang sebagai bagian dari arsip sastra Indonesia.

0 Komentar