![]() |
| Ilustrasi: Piwi/Arkalitera |
Diterjemahkan oleh Karst Mawardi
Analisis Permainan BisbolIni soal
bola,
pemukul,
dan sarung tangan.
Bola membentur
pemukul, atau
membentur
sarung tangan.
Pemukul tidak
membentur bola,
pemukul
menjemputnya.
Bola memantul
dari pemukul,
mengudara,
atau berdebuk
ke tanah (buk),
atau mendarat
tepat
di sarung tangan.
Pemukul
menanti bola
buat bercinta.
Bola masygul
menyambut umpan
dari pemukul. Bola
main pandang, pemukul
bertindak lamban, tak
tepati janji kencan.
Bola masuk ke
(bum) sarung tangan,
dan keluar
(duak) kembali
ke sarung tangan.
Bola serasi dengan
sarung tangan,
namun tak selalu
demikian.
Terkadang
bola dapat benturan
(pletak) saat pemukul
menjemputnya,
dan melayang
ke tempat
di mana sarung tangan
mesti meleset
dalam keaiban.
Itu soal
base
yang terisi,
soal 40,000
penggemar
yang berapi-api.
Ini soal
bola,
pemukul,
sarung tangan,
base,
dan penggemar.
Ini selesai
di lapangan,
dan untuk
seru-seruan.
Ini soal
tempat tinggal, dan ini
soal pelarian.
Bagaimana
Segala Sesuatu Terjadi
(Berdasarkan
Studi Terhadap Gelombang)
terjadi.
sehingga
menumpuk
sedang
sesuatu
Ketika tak ada apa pun yang terjadi
Ketika itu terjadi
sesuatu
menyingkapnya
sehingga
tidak
terjadi.
Ketika
telah terjadi.
penyingkapan penumpukan
terjadi
telah terjadi tak ada apa pun
Ketika itu sesuatu sementara yang menumpuk.
sedang menyingkap
Kemudian tak ada apa pun yang terjadi.
terjadi.
dan
depan
ke
mendesak
menumpuk
yang
sesuatu
Kemudian
---
Ideogram Kardinal
0 Serongga mulut. Dapat meniup atau bernapas
menjadi corong, atau Halo.
1 Sehelai rumput atau segaris sayatan.
2 Sebuah pertanyaan diajukan. Dan satu leher
burung yang gagah.
3 Sarung tangan pendek untuk tangan
berjari dua.
4 Gubuk bersudut tiga
di atas satu penyangga. Sekali-sekali dibangun
sehingga atapnya menganga.
5 Seorang polisi. Sopan.
Mengenakan topi berpelindung.
6 O yang membuka gulungannya,
pita yang tak jelas panjangnya
yang padanya tertulis misteri
dari segala hal yang melengkung.
7 Satu anak tangga,
terpisah dari tangganya.
8 Jagat raya dalam diagram:
Sebuah jam pasir kosmik.
(Perhatikan bentuknya yang
misterius,
ketiadaan katup asal-mula,
bagaimana akhir tumpang tindih
dengan awal.)
Tidak terikat seperti tali sepatu
dan dikocok ke depan ke belakang,
dapat disajikan sebagai model
waktu.
9 Lorgnette untuk mata kanan.
Di Inggris atau jika kau adalah
Alice
gagangnya ada di kiri.
10 Sehelai rumput atau segaris sayatan
ditemani serongga mulut.
Menganga? Menganga.
Mengatup? Mengatup.
---
Masing-Masing bagai Sehelai Daun
Masing-masing bagai sehelai daun
bagai sebaris ombak
tergantikan
berulang
Apa yang kita damba
dipanaskan oleh
api serebral?
Transitif seperti kobaran
yang berputar
dalam perapian
Atau hujan es yang turun
mengendap sendiri-sendiri
menjadi satu hamparan
Bentuk-bentuk menghadapi yang
serupa
kita menari dalam beberapa
bingkai
Kitalah laut
ombaknya
tak dapat dinamai
hanya menjadi
Kitalah hutan
lebat
dari dedaunannya terbuat
tak dipahami
Bagai kobaran terbangnya
bagaikan salju putihnya
jangan persepsikan
kita tenun tidur
satu tubuh
dan bangun terurai
pembuluh yang sama
kita tempuh
---
Molekul DNA
tak lain Sosok Telanjang yang
Menuruni Tangga
berbentuk melingkar.
Lihatlah permukaan bawah setiap
anak tangga spiral
serta ruang-ruang di antaranya.
Ia turun dan pada saat yang sama
naik dan ia bergerak mengelilingi
dirinya sendiri.
Sebab ia adalah tangga
“sebuah kerangka protoplasmik
sebuah perancah internal
yang berpilin dan berputar.”
Ia helix ganda yang terpasang dan
terlepas
di sekitar putaran tulang punggung
imajinernya.
Sosok Telanjang bernama DNA dapat
dibangun
sebagai sebuah model dengan
batang-batang korek dan pita perekat.
Pastikan hanya menggunakan 4 warna
pada 2 untai pita
putih yang dapat dipuntir.
“Hanya batang korek dengan warna
komplementer
yang boleh ditempatkan saling
berhadapan.
Pasangannya harus merah dengan
hijau
dan kuning dengan biru.”
Buatlah modelmu setinggi Empire
State Building dan kau
beroleh satu replika Sosok
Telanjang yang berterima.
Tetapi dan ini yang lebih sulit kau
mesti membuatnya bergerak
dalam satu lilitan kontinu
dan kau mesti memperluasnya
sementara secara bersamaan
menempati medan yang sama.
Ia musti dibuat “untuk
mempertahankan topografi dasar”
yang berubah tetapi tetap stabil
jika ia
ingin menjalankan fungsinya yang
tak
lain memproduksi dan mereproduksi
mikrosfer.
Bola semacam itu tak terlihat
tetapi
ada di mana-mana dalam tatap mata
telanjang
Sang Sosok Telanjang.
Itu mengandung “satu daerah pusat
dan
selapis membran luar” menjadikannya
mungkin untuk dibagi
“demi membuat salinan eksak dari
dirinya tanpa batasan.”
Sosok Telanjang memiliki “kapasitas
untuk replikasi
dan transkripsi” dari segala
genesis.
Ia menelan dan memuntahkan
material genetik itu yang adalah
material dari sel-tubuhnya sendiri.
Dari tunggal ia menjadi ganda dan
dari ganda ke tunggal.
Seperti seorang wanita menelan
sperma iblis dan dengan
membran yang sama memuntahkan
duplikat mitosis dirinya sendiri
di atas slide waktu
begitu molekul DNA memproduksi
dengan letup lirih
pada lingkar-pinggang tetesan
kentalnya
sebentuk mikrosfer baru berukuran
sama seperti dirinya
yang meneruskan sendiri untuk
tumbuh
demi membagi
dan menggandakan dirinya.
Maka dari tunggal ke ganda dan
ganda ke tunggal dan
menanjak ketika turun ia mengembang
ketika mengerut
ia berlipat-ganda ketika menghilang
pada kedua ujungnya.
Ingat bahwa merah hanya dapat
dihadapkan hijau dan biru
dihadapkan kuning.
Ingat bahwa pasangan yang saling
melengkapi
dari batang korek api harus berbeda
sedikit panjangnya
“sebab pasangan alami dapat dibuat
hanya dengan unit
yang strukturnya memungkinkan suatu
interaksi gaya
di antara pasangan tersebut.”
Aku ikat batang korek biru
menghadap batang
korek merah dengan panjang yang
sama
dalam pengabaian atas aturan
mengarahkannya menjauh
dari pusat pada pita berpilin
ganda.
Aku lihat telah diletakkan berbutir
telur atas butiran telur atas sisi likat
dari sebuah ranting.
Aku lihat seekor ulat dengan banyak
kaki menetas
dari sebutir telur.
Ulat itu mendaki ranting sebuah
helix tunggal dan
melahap pinggiran yang diperluas
dari selembar daun
dalam gigitan besar yang cepat.
Itu lalu menerbitkan dari dirinya
sejulur benang sutra abu-abu
yang dengannya ia kemas dirinya
ekor mula-mula dan seterusnya
sampai ia sepenuhnya terbalut
dan membungkus kepalanya sendiri
terakhir seperti dalam kantung mumi.
Aku lihat lembaran sayap
warna-warni mewah mendorong lembab ke
luar dari kantung.
Mulanya menempel
bersama
mereka mulai terpisah.
Pada
tiap sayap Aku lihat satu mata biru besar
terbuka
selamanya dalam expresi kebangkitan.
Sosok
Telanjang yang baru melepaskan flensa dari sayap-sayapnya
merentangkan
dirinya demi menyentuh
seluruh
tempat pinggiran paling luar dari noösphere.
Aku
lihat bahwa pada tubuhnya dari tempat sayap-sayap itu terkembang
ia
masih mempertahankan ulat tersebut.
Analisis Spektrum
Ketika Aku mengatakan
Aku
Aku berenang
di sebuah ruang
kuning.
Ketika Aku memikirkan
pikiranku
pikiranku
menghela ke arahku sebuah
matahari
yang menjelma magnet menarik
sejuta
sejuta
kupu-kupu dandelion dan
koin kuning-telur untaian
ambergris mata
kucing dan burung hantu dan
gelas kimia ampul manik-manik
dari topas dan dari madu dan dari
urin.
Apakah Aku telah tiba dari
kiri atau
kanan untuk mengambang di sini
dengan izin yang jelas dari
temperaturku? Apakah
aliranku membuyar
ke atas atau
ke bawah—sinarku
menghilang? Atau apakah guyuranku
menyerbu setangkai mawar dari letusan
yang matang?
Di luar dinding itu
kuserukan
timur pemandangan itu
hijau
kunamai
penamaan nama-
ku. Dan
barat di luar ruang
ini bayang-bayang menantang dalam kabut panas
khayali sebutir
jeruk hancur
jika takdirku terbilang begitu.
Mengatakan
Aku merasa
Aku merasa
Aku mengerlip keluar ke arah sel-sel
yang lebih dingin melewati
hijau menuruni
biru menuju sumur-sumur
nila yang semakin gelap—
jika ini
melereng ke bawah dan bukan
ke atas Aku tertelan
dalam kerongkongan setangkai
petunia yang luas entah
menuju tulang atau
bulan.
Pada atmosfer yang amat jarang
terjadi itu—
dan apakah itu
tinggi atau
dalam?—
apakah aku telah dibekukan suatu
firasat ultraviolet
dalam tidur
tersempitku?
Kecuali operannya
berlawanan jarum jam dan
Aku berputar—bukan
menuju rumputan namun
menuju kuningan
berbenturan dengan debu
berkarat melewati spiral-spiral
radiasi
berjejal menyerpih terkorosi buyar
terpartikulasi
menjadi elektron
mengadu Aku-
ku dibedah
telanjang
terurai menjadi -nya
yang anonim—terbalik dan
terlempar keluar
hilang—hingga
terserak dalam
pelepasan tak terbatas.
Meski begitu saat
Aku mengatakan
Aku
Aku berenang
dibatasi dalam sebuah
ruang
kuning. Meskipun
Aku tak tahu tempat
macam apa yang
maksudku
maksudkan
itu adalah suatu
tempat yang dimaksudkan untuk
dirinya sendiri dan dalam
kecepatannya yang begitu tetap
mengarahkannya
sehingga nampak sepenuhnya diam.
Memaksudkan
-nya
-nya pada
dirinya
berarti merampungkan
dalam perjalanannya
tarian bergerigi di sekitar
centrifuge itu.
Sampai
Aku mengatakan
Aku
akan
akankah
Aku disuling dalam
ruang
merah di sana di pintu
selanjutnya di dalam
inti setangkai
mawar orbital yang
membusuk sehingga
kuncupnya akan membeku menjelma
bijinya?
Ya
Aku mengatakan
ya dan setuju untuk
menjadi halus dan
lebih halus.
pacuan itu untuk membuka lipatan di
mana
bibir dalam
bibir membiakkan
rendanya melampaui seluruh tepi
untuk mendesak kemekaran
gigantis. Lalu
darah lagi? Darah-
ku di bawah kulitku?
Ketika Aku mencicipi
Aku
Aku mencicipi sesuatu yang mirip
suprabuah atau bunga
neutronik
segumpal jantung solar melahapnya
bersama inframerah
yang kaya
akan sari cahaya.
__________________________________________
Tentang Penulis: May Swenson (lahir pada 28 Mei 1919 di Logan, Utah, A.S.—wafat pada 4 Desember 1989 di Ocean View, Delaware) adalah seorang penyair Amerika yang karyanya terkenal karena citraan yang memikat, permainan kata yang rumit, dan penggunaan tipografi yang eksentrik. Swenson menempuh pendidikan di Utah State University (B.A., 1939). Ia kemudian pindah ke Kota New York dan bekerja untuk New Directions Press sebagai juru steno dan editor. Ia pernah menjadi penulis tamu pada sejumlah universitas di Amerika Utara. Publikasi kumpulan puisi pertamanya, Another Animal (1954). Swenson menunjukkan kreativitas visualnya dalam Iconographs (1970), sebuah buku puisi yang disusun dalam aneka bentuk tipografis yang bentuknya mencerminkan pokok bahasan puisi-puisi tersebut. Kumpulan puisi Swenson yang lain di antaranya: A Cage of Spines (1958), To Mix with Time (1963), Poems to Solve (1966), More Poems to Solve (1971), New & Selected Things Taking Place (1978), dan In Other Words (1987).
Puisi-puisi
di atas diterjemahkan dari buku Collected Poems (LOA, 2013) dan Majalah Poetry
edisi Desember 1968. Biodata penyair Swenson dikutip dari laman Britannica(dot)com.
Tentang Penerjemah: Karst Mawardi, lahir di Banjarmasin pada 28 Juni 1999. Ia bekerja pada sebuah sekolah dasar di kota kelahirannya.
Arkalitera menerima kiriman naskah berupa esai, cerpen, dan puisi dari para penulis dan pembaca yang budiman. Tulisan yang lolos kurasi akan kami terbitkan di website kami. Silakan kirim naskah ke: penerbitarkalitera@gmail.com

0 Komentar