![]() |
| Ilustrasi: Piwi/Arkalitera |
Saudade
1
memori
adalah bunga
yang
mekar di malam hari
dan
berbicara
dalam
bahasa puisi
dan
waktu
ialah
malaikat maut
mengetuk
dinding
jantung,
dan berbicara
dalam
bahasa ibu
banjarmasin,
agustus 2024
Saudade 2
gelap
langit
ditemani
dedaunan kering
purnama
datang
temani
sepimu di sana
apa kabar hari ini?
berada
di antara pulang
dan
kenang
malam-malamku
menjadi
semakin panjang
burung
hantu
hinggap
di jendela
terjaga
atas kenangan
-kenangan
lampau
yang terus hidup
bagai
lampu
di
kamar tua
banjarmasin,
april 2026
---
Saudade 3
masih
kulihat
di
ruangan ini
hanya
ada kabut
dan
sepenggal bulan
yang
membisu
dalam
dialog
tak
ada lagi namamu
juga
namaku
banjarbaru, mei 2026
Memoria
api
berkobaran
di
ujung rambutmu
yang
tergerai halus
oleh
bahasa puisi
namun
sebab itu pula
aku
tidak pernah
mampu
meragai
kusadari
usia
percintaan kita
selalu
lebih pendek
dari
perasaan cinta
sebentar
mekar,
kemudian
berjatuhan
seperti
bunga-bunga magnolia
menandai
hari kelahiranmu dahulu
atau
seperti di sini,
di
negeri para buruh dan petani
tempat
anak-anak batinku
kehilangan
tanah sendiri
cita-cita
pun menjadi utopia
dan
lagu merdeka dinyanyikan
tanpa
penghormatan rasa
demi
memahamimu kembali
aku
harus menghancurkan diri sendiri
lalu
membiarkan jari-jariku
terbakar
oleh api
banjarbaru,
januari 2024
Arkalitera menerima kiriman naskah berupa esai, cerpen, dan puisi dari para penulis dan pembaca yang budiman. Tulisan yang lolos kurasi akan kami terbitkan di website kami. Silakan kirim naskah ke: penerbitarkalitera@gmail.com

0 Komentar