Sebuah komunitas yang berfokus pada gerakan literasi dan penulis-penulis muda Kalimantan Selatan.

SAKA: PUISI-PUISI MUHAMMAD NURAHMAN YUSUF

Ilustrasi: Piwi/Arkalitera


MALAM YANG MENAKUTKAN

Malam yang gelap tanpa ada cahaya
yang menerangi jalan dan tidak ada satu pun
orang terlihat, malam
yang menakutkan, tetapi dia memberanikan
diri demi satu tujuan yang tidak pasti

Banjarbaru, Januari 2026

---

DUKUN

Bunga …
Mantra …
Rasa …
Warna …
Baksa …
Tangan …
Sajen …

Banjarbaru, Januari 2026

---

LADANGKU UANGKU

Lebatnya rumput
Ramainya serangga
Memenuhi ladangku yang luas

Tercium bau yang khas …
Bau-bau uang

Banjarbaru, Januari 2026

 ⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘

Tentang Penulis: Muhammad Nurahman Yusuf, siswa SMKN 1 Sungai Pinang, alumni pondok pesantren ini asli kelahiran Rantau Bakula.

Catatan Redaksi:

Tiga puisi ini memiliki aura kekelaman. Membaca ketiganya seolah ada kesamaan seperti puisi-puisi Chairil Anwar. Ada kekosongan dan kerapuhan yang tampak. Pemuisi merasa ‘ramainya serangga memenuhi ladang yang luas’. Seolah ia selalu sendirian dan orang-orang di sekitarnya berada dalam dunia yang jauh. Puisi ‘Malam Yang Menakutkan’ seolah menceritakan pengalaman pribadi pemuisi kalau hidupnya berada dalam situasi sendirian ‘gelap tanpa ada cahaya’. 

Puisi-puisi pendek dan straight forward seperti ini memang terasa menyentuh, apalagi puisi ‘Dukun’. Pembaca dapat mengerti makna dan arti dari puisi tersebut secara langsung. Kelemahannya ada pada diksi, dapat lebih diperkuat lagi. Penggunaan beberapa kata hubung juga dapat dihilangkan untuk memperkuat aksen gelap dalam puisi-puisi ini. 


 ⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘

SAKA adalah rubrik yang memuat tulisan pelajar, baik cerpen, puisi, atau esai, yang dipilih dan disajikan dengan catatan kuratorial oleh redaksi Arkalitera; nama Saka diambil dari sebutan lain bagi sungai terkecil di galangan sawah dalam budaya Banjar, alirannya sempit dan kerap luput dilihat, tetapi menjadi jalur air yang menghidupi.

Bagi penulis yang hendak mengirimkan karya, silakan kirim ke email penerbitarkalitera@gmail.com dengan subjek Saka, disertai bionarasi singkat.

0 Komentar