Sebuah komunitas yang berfokus pada gerakan literasi dan penulis-penulis muda Kalimantan Selatan.

SAKA: PUISI-PUISI MUHAMMAD BAROCK LIE

Ilustrasi: Piwi/Arkalitera


HAMPARAN HIJAU

Rumput menari ria di ujung kepala
Batu tergores tipis pada kepemilikan
Nisan tersusun rapi, tanda terluka
Khayalan palsu tentang tertawa kembali
Melati subur pada tanah jasad diri

Banjarbaru, Januari 2026

---

MATI KE WC

Aku pergi
Ke dalam ruangan itu
Sunyi dan sepi
Keadaan di  dalam situ
Aku sendiri tak ada siapapun lagi

Banjarbaru, Januari 2026

Tentang Penulis: Muhammad Barock Lie, adalah pelajar di SMK IT Ushuluddin. Remaja berdarah Banjar dan Dayak ini tidak menyukai makanan pedas. 

Catatan Redaksi:

Permainan rima dan diksi terasa dipikirkan dengan matang. Pemilihannya membentuk irama yang indah dalam baitnya. Puisi Hamparan Hijau membenturkan judul dan isi puisinya, antara keindahan dan kesedihan. Hamparan hijau yang identik dengan kesuburan ternyata ada pada nisan yang tersusun rapi. Benturan antara judul dan isi juga terasa pada puisi Mati ke WC. Ia tidak secara harfiah menulis kalau ‘mati ke dalam wc’, tetapi gambarannya terlihat jelas, bahwa ke dalam WC itulah pemuisi bisa beralih dari dunia yang hiruk pikuk ke dunia yang sunyi dan sepi, meski sendirian dan seolah ‘mati’ ia menemukan ketenangan. 

Kedua puisi ini bagus karena hanya satu bait, tapi andai ditulis dalam beberapa bait pembaca dapat merasakan kesedihan dan kekosongan itu lebih dalam dan waktu yang lebih lama. Diksi dan rima juga dapat lebih dimainkan jika puisinya lebih dari satu bait. 

────୨ৎ────
SAKA adalah rubrik yang memuat tulisan pelajar, baik cerpen, puisi, atau esai, yang dipilih dan disajikan dengan catatan kuratorial oleh redaksi Arkalitera; nama Saka diambil dari sebutan lain bagi sungai terkecil di galangan sawah dalam budaya Banjar, alirannya sempit dan kerap luput dilihat, tetapi menjadi jalur air yang menghidupi.

Bagi penulis yang hendak mengirimkan karya, silakan kirim ke email penerbitarkalitera@gmail.com dengan subjek Saka, disertai bionarasi singkat.

0 Komentar