![]() |
| Ilustrasi: Piwi/Arkalitera |
HAMPARAN HIJAU
Rumput menari ria di ujung kepala
Batu tergores tipis pada kepemilikan
Nisan tersusun rapi, tanda terluka
Khayalan palsu tentang tertawa kembali
Melati subur pada tanah jasad diri
Banjarbaru, Januari 2026
---
MATI KE WC
Aku pergi
Ke dalam ruangan itu
Sunyi dan sepi
Keadaan di dalam situ
Aku sendiri tak ada siapapun lagi
Banjarbaru, Januari 2026
Tentang Penulis: Muhammad Barock Lie, adalah pelajar di SMK IT Ushuluddin. Remaja berdarah Banjar dan Dayak ini tidak menyukai makanan pedas.
Catatan Redaksi:
Permainan rima dan diksi terasa dipikirkan dengan matang. Pemilihannya membentuk irama yang indah dalam baitnya. Puisi Hamparan Hijau membenturkan judul dan isi puisinya, antara keindahan dan kesedihan. Hamparan hijau yang identik dengan kesuburan ternyata ada pada nisan yang tersusun rapi. Benturan antara judul dan isi juga terasa pada puisi Mati ke WC. Ia tidak secara harfiah menulis kalau ‘mati ke dalam wc’, tetapi gambarannya terlihat jelas, bahwa ke dalam WC itulah pemuisi bisa beralih dari dunia yang hiruk pikuk ke dunia yang sunyi dan sepi, meski sendirian dan seolah ‘mati’ ia menemukan ketenangan.
Kedua puisi ini bagus karena hanya satu bait, tapi andai ditulis dalam beberapa bait pembaca dapat merasakan kesedihan dan kekosongan itu lebih dalam dan waktu yang lebih lama. Diksi dan rima juga dapat lebih dimainkan jika puisinya lebih dari satu bait.
Bagi penulis yang hendak mengirimkan karya, silakan kirim ke email penerbitarkalitera@gmail.com dengan subjek Saka, disertai bionarasi singkat.

0 Komentar