![]() |
| Ilustrasi: Piwi/Arkalitera |
MENYEMAI DIRI
Melangkah
Belajar memahami arah
Di dalam bekal tak terlihat
Ingatan
Harap
Keberanian kecil
Untuk tumbuh
Melangkah pergi dari kebiasaan
Menemukan cara lain mengenal
Makna belajar
Belajar tak selalu tentang jawaban
Kadang ia tentang keberanian
Untuk bertanya
Kesediaan
Untuk mendengar
Telah sampai
Dengan hati terbuka
Wajah baru ramah
Buat asing perlahan luruh
Aku belajar
Bahwa sastra nafas budaya
Hidup bersama manusia
Aku belajar
Bahwa filsafat tentang mengapa manusia
Perlu bertanya
Sebelum menerima
Tentang alasan berpikir
Bahwa berpikir adalah keberanian
Dan meragukan bukan berarti menolak
Tapi usaha untuk memahami
Aku belajar
Bakisah banjar menyimpan budaya
Membisikkan moral
Mengalir hikayat rakyat
Aku belajar
Bapandung monolog rasa
Keluar kata dan dada
Banjarbaru, Januari 2026
⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘
Tentang Penulis: Almaghvira, pelajar jurusan Ekonomi Bisnis di SMAS Global Islamic Boarding School. Memiliki hobi mendengarkan musik dan membaca buku. Bercita-cita menjadi dosen dan sociopreneur yang berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan pendidikan.
Catatan Redaksi:
Puisi milik Almaghvira ini kuat pada alur. Isinya tentang cerita tokoh dalam puisi yang belajar mengenai sastra, filsafat dan budaya. Kekurangan puisi ini ada pada pilihan diksi, beberapa baitnya terkesan seperti hanya memberikan pengertian dan definisi. Sebaiknya ada beberapa makna tersirat sehingga puisi ini bisa lebih berwarna. Terlepas dari itu, puisi ini memiliki kerapian dan keselarasan yang dibuat penulisnya dari awal hingga akhir.
Memang ada kesan sepertinya puisi ini belum usai. Dua bait terakhir, pemuisi belajar tentang Bakisah dan Bapandung. Lalu, setelah itu apa? Seolah ada potongan yang hilang. Mungkin, perlu ditambahkan satu bait lagi sebagai konklusi dari bait-bait sebelumnya.
⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘
SAKA adalah rubrik yang memuat tulisan pelajar, baik cerpen, puisi, atau esai, yang dipilih dan disajikan dengan catatan kuratorial oleh redaksi Arkalitera; nama Saka diambil dari sebutan lain bagi sungai terkecil di galangan sawah dalam budaya Banjar, alirannya sempit dan kerap luput dilihat, tetapi menjadi jalur air yang menghidupi.
Bagi penulis yang hendak mengirimkan karya, silakan kirim ke email penerbitarkalitera@gmail.com dengan subjek Saka, disertai bionarasi singkat.
Bagi penulis yang hendak mengirimkan karya, silakan kirim ke email penerbitarkalitera@gmail.com dengan subjek Saka, disertai bionarasi singkat.

0 Komentar