Sebuah komunitas yang berfokus pada gerakan literasi dan penulis-penulis muda Kalimantan Selatan.

PUISI-PUISI AKBAR RIZKY SHOLEH

 

Ilustrasi: Piwi/Arkalitera

Di Pernikahan Kita

di pernikahan kita 
yang hampir terjadi, 
segalanya meminta ditinjau ulang 
oleh catatan tahunan—  

rencana diturunkan 
menjadi arsip, 
dan draf 
satu malam.  

cinta pernah lolos 
sebagai syarat awal, 
namun berhenti 
di koma 
tanpa titik.  

selalu ada selisih rugi, 
dan rindu dicatat 
sebagai biaya 
non-esensial.  

kita bangkrut, 
dan cinta 
hanya bertahan 
di ambang kelayakan— 
tanpa pernah 
disahkan.

---

Surat Untuk Putri

Aku ingin menyelamatkanmu 
dari sisa angka 
yang tak sempat pulang ke makna.  

Maka kupeluk waktu 
yang bocor dari kalender kertas kerja— 
biarlah defisit ini 
kita tanggung 
seperti napas 
yang tak pernah benar-benar genap.  

Jika suatu hari seseorang datang 
bertanya tentang cinta 
dengan bahasa hitung-menghitung, 
katakan saja: 
kami menamainya 
pada musim rugi.  

Serahkan padanya 
catatan-catatan kecil 
yang tertinggal di tepi ranjang— 
tak rapi, 
tak berniat diwariskan, 
sekadar bekas 
dari sesuatu yang pernah cukup.  

Dan bila ia bersikeras menunggumu, 
menanyakan masa depan 
dengan suara yang terlampau yakin, 
biarkan saja.  

Aku sedang sibuk 
menghitung detak jantungmu 
yang telah dikurangi jarak, 
dikurangi rindu, 
namun masih tersisa 
cukup sunyi 
untuk membuatku tinggal.

---

Neraca Kecil Untuk Kita

Kita mencintai 
seperti orang menghitung: 
pelan, 
tak ingin salah, 
dan selalu siap kehilangan satuan.  

Aku menyimpan namamu 
di kolom yang tak pernah diaudit, 
sementara hari-hari 
mencatat perjumpaan 
sebagai beban tetap 
yang terus bertambah.  

Ada pagi 
ketika rindu menjadi selisih, 
dan jarak 
tak lagi bisa disusutkan 
dengan doa 
atau diskon musiman.  

Jika kelak seseorang bertanya 
berapa nilai cinta ini, 
jawab saja: 
ia tak lulus perhitungan, 
tapi cukup 
untuk menutup hari.  

Kita hidup 
dari angka-angka kecil: 
satu pesan 
yang tak dibalas, 
dua gelas kopi, 
tiga alasan untuk bertahan.  

Dan bila akhirnya kita tutup buku, 
biarlah ia tercatat 
sebagai rugi yang jujur— 
bukan karena tak untung, 
melainkan karena 
tak pernah diniatkan 
untuk dihitung.

⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘

Tentang penulis: Akbar Rizky Sholeh, berdomisili di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘

Arkalitera menerima kiriman naskah berupa esai, cerpen, dan puisi dari para penulis dan pembaca yang budiman. Tulisan yang lolos kurasi akan kami terbitkan di website kami. Silakan kirim naskah ke: penerbitarkalitera@gmail.com

0 Komentar