![]() |
| Ilustrasi: Piwi/Arkalitera |
Di Pernikahan Kita
di pernikahan kita
yang hampir terjadi,
segalanya meminta ditinjau ulang
oleh catatan tahunan—
rencana diturunkan
menjadi arsip,
dan draf
satu malam.
cinta pernah lolos
sebagai syarat awal,
namun berhenti
di koma
tanpa titik.
selalu ada selisih rugi,
dan rindu dicatat
sebagai biaya
non-esensial.
kita bangkrut,
dan cinta
hanya bertahan
di ambang kelayakan—
tanpa pernah
disahkan.
---
Surat Untuk Putri
Aku ingin menyelamatkanmu
dari sisa angka
yang tak sempat pulang ke makna.
Maka kupeluk waktu
yang bocor dari kalender kertas kerja—
biarlah defisit ini
kita tanggung
seperti napas
yang tak pernah benar-benar genap.
Jika suatu hari seseorang datang
bertanya tentang cinta
dengan bahasa hitung-menghitung,
katakan saja:
kami menamainya
pada musim rugi.
Serahkan padanya
catatan-catatan kecil
yang tertinggal di tepi ranjang—
tak rapi,
tak berniat diwariskan,
sekadar bekas
dari sesuatu yang pernah cukup.
Dan bila ia bersikeras menunggumu,
menanyakan masa depan
dengan suara yang terlampau yakin,
biarkan saja.
Aku sedang sibuk
menghitung detak jantungmu
yang telah dikurangi jarak,
dikurangi rindu,
namun masih tersisa
cukup sunyi
untuk membuatku tinggal.
---
Neraca Kecil Untuk Kita
Kita mencintai
seperti orang menghitung:
pelan,
tak ingin salah,
dan selalu siap kehilangan satuan.
Aku menyimpan namamu
di kolom yang tak pernah diaudit,
sementara hari-hari
mencatat perjumpaan
sebagai beban tetap
yang terus bertambah.
Ada pagi
ketika rindu menjadi selisih,
dan jarak
tak lagi bisa disusutkan
dengan doa
atau diskon musiman.
Jika kelak seseorang bertanya
berapa nilai cinta ini,
jawab saja:
ia tak lulus perhitungan,
tapi cukup
untuk menutup hari.
Kita hidup
dari angka-angka kecil:
satu pesan
yang tak dibalas,
dua gelas kopi,
tiga alasan untuk bertahan.
Dan bila akhirnya kita tutup buku,
biarlah ia tercatat
sebagai rugi yang jujur—
bukan karena tak untung,
melainkan karena
tak pernah diniatkan
untuk dihitung.
⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘
Tentang penulis: Akbar Rizky Sholeh, berdomisili di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘⫘
Arkalitera menerima kiriman naskah berupa esai, cerpen, dan puisi dari para penulis dan pembaca yang budiman. Tulisan yang lolos kurasi akan kami terbitkan di website kami. Silakan kirim naskah ke: penerbitarkalitera@gmail.com

0 Komentar