![]() |
| Ilustrasi: Piwi/Arkalitera |
AZAN
dengar gaung azan membahana
tangkap luas fana semesta
peluk pesona gaya bahasa
kejut sirine jiwa-jiwa
didepak gelombang rindunya
gema-gema indah nama-Mu
keagungan rahmat-Nya
ketika angin mengipaskan
pulang yang berangkat
wahai cinta
yang datang siap diri
waktu secepat lalang
sesegera ngebut hilang
Lalu berdiri mulai ….
---
SEMBAHYANG
sembahyangku, di jauh malam di lingsir hari
waktu pasti, kuserah bulat
tunduk sujud semua wujud
gelap malam ada cahaya
obor menyorot terang kulit
tampang tulang-tulangku rapuh
yang berkapur barus
yang berlendir dosa-dosa
cerai daging membusuk
sembah melebur fana
sampai kering sampai hilang
tak sesal hina fafa
buat rahasia-Mu
dengan takut, penyerahan
dengan tulus, perjanjian
juga harapan teguh
sehilang kembali
pada rukup tepat kutoleh
kuucap selamat kanan kiri
damai
(damai yang diam sepi
damai yang gerak gejolak
semua panik
dunia sesak
damai)
────à¨à§Ž────
Tentang Penulis: Mas Husaini Maratus merupakan satu di antara pendiri Sanggar Sastra Sukmaraga yang cukup aktif pada era 1980an. Beberapa tulisannya dipublikasikan di SKH Banjarmasin Post. Dalam Sketsa Sastrawan Kalimantan Selatan terbitan Kemendikdasmen, ia disebut sebagai Sastrawan Kalsel generasi penerus zaman Orde Lama (1960-1969). Ia meningal dunia di kota Amuntai pada tahun 1985.
Arkalitera menerima kiriman naskah berupa esai, cerpen, dan puisi dari para penulis dan pembaca yang budiman. Tulisan yang lolos kurasi akan kami terbitkan di website kami. Silakan kirim naskah ke: penerbitarkalitera@gmail.com

0 Komentar